MAKASSAR, TERASINDONEWS.COM – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi emas yang tumbuh dari masjid. Komitmen tersebut menjadi hasil utama Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) BKPRMI Sulsel yang digelar 26-27 September 2026 di Hotel Grand Asia Makassar.

Rapimwil dihadiri lengkap oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum DPD BKPRMI se-Sulawesi Selatan, serta jajaran pimpinan dan Direktur Wilayah setiap lembaga BKPRMI Sulsel. Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyatukan arah gerak pembinaan generasi muda berbasis masjid di seluruh daerah.

Ketua Umum BKPRMI Sulsel, Asri Said mengatakan, Rapimwil ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan penentuan arah perjuangan organisasi ke depan. Menurutnya, tantangan generasi muda hari ini semakin kompleks, sehingga masjid harus hadir sebagai solusi dan pusat pembinaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BKPRMI Sulsel mengusung tiga pilar gerakan sebagai fondasi utama penguatan organisasi.

Pilar pertama adalah penguatan internal struktural organisasi hingga ke tingkat bawah. Asri menegaskan, penguatan tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur di atas kertas. Setiap jenjang struktur, mulai dari wilayah, daerah, kecamatan, hingga ke masjid-masjid, harus berfungsi dan bekerja nyata secara efektif.

“Struktur harus menjadi mesin gerakan, bukan hanya papan nama. Semua harus bergerak dengan program yang terukur,” tegasnya.

Pilar kedua adalah memasifkan pembinaan generasi muda melalui masjid. Pilar ini menjadi inti gerakan BKPRMI. Penguatan dilakukan melalui tiga pintu utama, yakni Taman Kanak-kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKA-TPA), pembinaan Remaja Masjid, serta penguatan Persatuan Orang Tua Santri (POTS).

Melalui pintu TPA, BKPRMI ingin memastikan pendidikan Al-Qur’an sejak dini berjalan maksimal. Melalui Remaja Masjid, pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda diperkuat. Sementara melalui orang tua santri, ekosistem pembinaan di rumah dan di masjid disinkronkan agar berkelanjutan.

Pada pilar kedua ini, BKPRMI Sulsel juga mendorong program BKPRMI Peduli sebagai wujud kebermanfaatan nyata. Organisasi tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial masyarakat, seperti bantuan pendidikan, sosial keagamaan, dan tanggap bencana.

Pilar ketiga adalah mendorong optimalisasi peran masjid yang multifungsi. Masjid didorong tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi berkembang menjadi pusat peradaban. Masjid harus menjadi pusat pendidikan, pusat pembinaan generasi muda, pusat pemberdayaan ekonomi umat, hingga pusat penguatan sosial masyarakat.

“Jika tiga pilar ini berjalan, masjid akan menjadi ruang tumbuh generasi yang berkarakter, berilmu, dan peduli,” ujar Asri.

Ia menambahkan, aktualisasi tiga pilar tersebut harus dilakukan secara terstruktur, masif, dan sistematis. Peran dan kekompakan seluruh lapisan struktur organisasi menjadi kunci utama keberhasilan.

“Tanpa kekompakan, program hanya akan menjadi gagasan. Kita ingin semua bergerak bersama dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” tutupnya.

Melalui hasil Rapimwil ini, BKPRMI Sulsel optimis mampu menjadikan masjid sebagai pusat lahirnya generasi emas yang produktif, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan