Takalar Terasindonews Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Program Kunjungan Literasi di Teras Literasi Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, pada Senin (3/8). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV dan V UPT SD Negeri 31 Lau dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui aktivitas menggambar dan mewarnai sebagai proyek literasi kreatif.

Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam menghidupkan ruang literasi desa sebagai tempat belajar yang ramah anak. Tidak hanya mengenalkan anak pada lingkungan literasi, mahasiswa juga mendorong mereka untuk menuangkan ide, imajinasi, dan pemahaman melalui karya visual. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Anak-anak tampak aktif berinteraksi dengan mahasiswa selama proses menggambar dan mewarnai berlangsung.

Sebelum kegiatan inti dimulai, mahasiswa memperkenalkan Teras Literasi Desa Laguruda sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Mahasiswa juga memberikan motivasi kepada peserta agar menjadikan membaca dan berkarya sebagai kebiasaan yang dapat dilakukan setiap hari. Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan kunjungan literasi yang mendorong tumbuhnya minat baca dan budaya literasi melalui aktivitas yang menarik bagi peserta didik.

Melalui proyek menggambar dan mewarnai, setiap siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan kreativitasnya. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan imajinasi, keberanian berekspresi, serta kemampuan anak dalam menuangkan gagasan ke dalam bentuk visual. Mahasiswa turut memberikan pendampingan, apresiasi, dan semangat sehingga peserta semakin percaya diri dalam menyelesaikan hasil karyanya.

Penanggung jawab program, Andi Ahmad Faiz Ananta M., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak memandang literasi sebagai pengalaman yang menyenangkan, bukan sekadar membaca buku. Menurutnya, menggambar dan mewarnai menjadi media yang efektif untuk melatih kreativitas sekaligus membangun kedekatan anak dengan ruang literasi desa. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini mereka dapat berimajinasi, berkarya, dan pada saat yang sama semakin akrab dengan Teras Literasi Desa Laguruda sebagai ruang belajar bersama,” ujarnya.

Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Desa Laguruda, Andi Andhika Tumenggung A., mengungkapkan bahwa Teras Literasi diharapkan menjadi ruang yang terus hidup melalui berbagai kegiatan edukatif setelah program KKN berakhir. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa menjadi langkah penting untuk membangun budaya literasi sejak usia dini. “Kami berharap anak-anak memiliki kenangan positif terhadap ruang literasi desa sehingga mereka terdorong untuk kembali datang, membaca, dan terus mengembangkan kreativitasnya. Budaya literasi akan tumbuh apabila seluruh pihak bersama-sama memberikan ruang belajar yang menyenangkan bagi mereka,” tuturnya.

Dosen Pendamping KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., yang memberikan tanggapan dari luar lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kunjungan literasi merupakan strategi yang efektif untuk memperkenalkan perpustakaan dan ruang literasi kepada anak-anak melalui pengalaman belajar yang interaktif. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga Teras Literasi Desa Laguruda berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang aktif, kreatif, dan mampu menumbuhkan budaya membaca di lingkungan desa.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan