TERASINDONEWS BARRU— Semangat belajar dan berinovasi kembali ditunjukkan santriwati SMP DDI Mangkoso, Sulawesi Selatan. Tiga siswi muda berhasil mengharumkan nama sekolah setelah meraih Medali Perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Yogyakarta pada 9 Mei 2026 lalu.

Tim peneliti muda yang terdiri dari Mar’ah Saniyah, Afiqah Ahzannas Darnius, dan Aisyah Liyana Zahirah tampil membanggakan lewat karya penelitian berjudul “Transformasi Limbah Tongkol Jagung Menjadi Media Tumbuh Jamur Tiram yang Produktif dan Ramah Lingkungan.”

Penelitian tersebut lahir dari kepedulian mereka terhadap limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang sia-sia. Dengan kreativitas dan semangat riset, tongkol jagung diolah menjadi media alternatif budidaya jamur tiram yang dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Ajang nasional yang berlangsung di Universitas AKPRIND Indonesia, Yogyakarta itu menjadi panggung pembuktian bahwa santri juga mampu bersaing dalam dunia penelitian dan inovasi ilmiah.

Kapten tim, Afiqah Ahzannas Darnius, mengungkapkan bahwa ide penelitian mereka bermula dari hal sederhana yang ada di lingkungan pondok.

“Awalnya kami cuma iseng memanfaatkan limbah tongkol jagung di sekitar pondok yang biasanya dibuang. Ternyata setelah diteliti, kandungan nutrisinya bagus untuk pertumbuhan jamur tiram. Rasanya senang sekali karena hal sederhana di sekitar kita bisa punya nilai manfaat yang besar,” ujarnya.

Perjalanan menuju prestasi nasional itu tidak selalu mudah. Berbagai kegagalan dan percobaan berulang harus mereka lalui sebelum akhirnya menemukan hasil terbaik.

“Prosesnya tidak mudah, banyak percobaan yang gagal di awal. Tapi dukungan ustadz, ustadzah, dan teman-teman membuat kami terus semangat. Kami berharap penelitian ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani jamur,” tambah Afiqah.

Ia juga mengaku pengalaman mengikuti kompetisi nasional memberi pelajaran berharga tentang kerja sama, ketelitian, dan kepercayaan diri.

“Kami belajar bahwa penelitian itu butuh kesabaran dan kerja tim. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri untuk terus berkarya dan meneliti hal-hal sederhana di sekitar kami,” tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi religius, tetapi juga generasi inovatif yang mampu menjawab tantangan lingkungan melalui karya nyata.

Keberhasilan santriwati SMP DDI Mangkoso ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain agar berani berkreasi, meneliti, dan memanfaatkan potensi di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan