PKM UMI Dampingi Pengolah Ikan Asin Desa Lipukasi Barru Perkenalkan Inovasi Nugget, Pengeringan Modern hingga Pemasaran Digital
BARRU,TerasIndoNews.com –Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendorong peningkatan nilai ekonomi produk perikanan Kabupaten Barru melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Aksara Mahasiswa, 2–3 November 2026.
Kegiatan selama dua hari ini dibuka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Ushuluddin, S.T., didampingi Sekretaris Dinas Fauziah, S.P turut hadir Kepala Desa Lipukasi.
Tim pelaksana UMI terdiri atas Prof. Dr. Kasnaeny Karim, S.E.,M.Si., Prof. Dr. H. M. Kasim, M.Si., dan Dr. Andi Nurwanah, S.E., M.Si., Ak., CA., bersama mahasiswa Universitas Muslim Indonesia.
Program ini mengangkat tema hilirisasi produk ikan asin melalui diversifikasi berbasis halal dan pemberdayaan Karang Taruna sebagai Halal Young Entrepreneurshipdi Kabupaten Barru.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengolahan ikan asin menjadi produk naget. Dalam praktiknya, bahan yang digunakan berupa 1 kilogram ikan tuna segar dan 0,5 kilogram ikan asin kering. Kedua bahan tersebut dicampur dan digiling menjadi adonan naget dengan cita rasa gurih.
Inovasi ini diharapkan membuka peluang diversifikasi produk sehingga ikan asin tidak hanya dipasarkan dalam bentuk konvensional, tetapi dapat diolah menjadi produk makanan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Menurut Prof. Kasnaeny Karim, potensi bahan baku perikanan di Barru cukup besar. Tantangannya adalah meningkatkan kualitas pengolahan, pengemasan, dan jaminan kehalalan produk.
“Kita ingin ikan asin ini tidak hanya dijual kiloan di pasar tradisional. Tetapi bisa didiversifikasi produknya, dikemas dengan baik, dan memiliki jaminan halal sehingga bisa masuk ke pasar modern dan digital,” jelasnya.
Selain inovasi produk, tim juga memperkenalkan alat pelindung sederhana untuk proses pengeringan ikan. Alat tersebut menggunakan rangka kayu dan kasa atau kawat strimin berukuran kecil untuk melindungi ikan dari lalat, debu, dan kotoran selama proses penjemuran.
Kelompok pengolah, khususnya ibu-ibu, diarahkan untuk memperkuat kemampuan produksi dan pengembangan produk. Sementara Karang Taruna dilibatkan dalam pemasaran digital, termasuk memanfaatkan media sosial dan marketplace.
Melalui konsep Halal Young Entrepreneurship_, pemuda didorong menjadi pelaku usaha kreatif yang mampu memasarkan produk lokal dengan pendekatan digital.
Kolaborasi akademisi, kelompok pengolah dan pemasar, serta generasi muda ini diharapkan menjadi langkah nyata mengembangkan potensi perikanan Barru.
UMI menargetkan produk olahan ikan asin lokal semakin inovatif, higienis, memiliki nilai tambah, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui penguatan kualitas dan prinsip halal





