Takalar Terasindonews-Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Implementasi dari program Pahlawan Cilik Penjaga Laut di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada sore hari ini dipusatkan di pesisir Pantai Dusun Parappa dengan melibatkan anak-anak desa dalam aksi memungut sampah organik dan non-organik yang tersebar di kawasan pantai.

Program ini menjadi tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, sehingga peserta tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan laut, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan wilayah pesisir sebagai bagian dari upaya melindungi ekosistem laut.

Mahasiswa KKN kemudian membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pembersihan pantai berjalan lebih terarah. Setiap kelompok diajak mengenali perbedaan sampah organik dan non-organik sebelum mengumpulkannya ke dalam wadah yang telah disediakan.

Pendekatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak usia dini sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias menyusuri garis pantai untuk memungut sampah plastik, botol bekas, ranting, daun kering, serta berbagai jenis limbah lainnya. Selain membersihkan pantai, mahasiswa juga memberikan penjelasan sederhana mengenai dampak sampah terhadap kehidupan biota laut dan pentingnya menjaga kebersihan pesisir sebagai sumber kehidupan masyarakat Desa Laguruda yang sebagian besar beraktivitas di wilayah pantai.

Penanggung jawab program, Fitrah Fatima Alsyahari, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penyampaian materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan melalui praktik langsung akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak. “Melalui implementasi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga laut tidak harus menunggu dewasa. Anak-anak dapat menjadi pelopor perubahan dengan memulai dari tindakan sederhana, seperti memungut dan memilah sampah di lingkungan pesisir. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fitrah Fatima Alsyahari.

Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Desa Laguruda, Andi Andhika Tumenggung A., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pendidikan literasi lingkungan yang diterapkan kepada anak-anak melalui aksi langsung. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, peduli, dan bertindak terhadap persoalan di sekitar. “Program ini menunjukkan bahwa literasi dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Ketika anak-anak memahami mengapa laut harus dijaga, kemudian mereka langsung terlibat membersihkan pantai, nilai pembelajaran yang mereka peroleh menjadi lebih bermakna. Kami berharap semangat menjaga lingkungan ini dapat tumbuh menjadi budaya di Desa Laguruda,” ungkapnya.

Dosen Pendamping KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Desa Laguruda, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., yang menyampaikan apresiasinya dari jarak jauh, menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi literasi yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata. Ia menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan perlu dimulai sejak usia dini agar tumbuh kesadaran kolektif dalam menjaga sumber daya pesisir. “Program seperti ini menjadi contoh bahwa literasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi harus mampu membentuk karakter dan kepedulian sosial. Ketika anak-anak dibiasakan mencintai lingkungan sejak sekarang, mereka akan menjadi generasi yang memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan wilayah pesisir di masa depan,” tutur Dr. Sumarlin.

Melalui program Implementasi Pahlawan Cilik Penjaga Laut, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap dapat menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda Desa Laguruda. Aksi sederhana memungut dan memilah sampah di kawasan pesisir diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian pesisir Desa Laguruda.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan