BARRU, Terasindonews – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. *Asy-Syifa Ramadhani Darnius, putri pasangan  Darnius dan Dr. Hj. Fitriwati Syam , siswi MAN 1 Barru, berhasil meraih Bronze Medal pada kategori penelitian berbasis kearifan lokal dalam ajang Olimpiade Penelitian Indonesia 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, 9 Mei 2026 lalu.

Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Aju Berru, Simbol Sejarah Kabupaten Barru: Eksplorasi Keberadaan, Kajian Morfologi dan Upaya Pengembanganbiakan Berbasis Lokal..”

Dalam penelitiannya, Asy-Syifa mengangkat Aju Berru sebagai salah satu simbol sejarah dan identitas budaya masyarakat Barru. Penelitian itu tidak hanya menelusuri keberadaan dan bentuk morfologi Aju Berru, tetapi juga mengkaji langkah pengembanganbiakan berbasis potensi lokal sebagai upaya pelestarian warisan daerah.

Karya ilmiah tersebut dinilai memiliki nilai inovasi dan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal sehingga mampu bersaing dengan berbagai penelitian dari peserta seluruh Indonesia.

Asy-Syifa mengaku bangga dapat membawa nama Barru dan sekolahnya di tingkat nasional melalui penelitian yang mengangkat kekayaan lokal daerah sendiri.

“Penelitian ini menjadi bentuk kepedulian terhadap sejarah dan potensi lokal Barru agar tetap dikenal generasi muda,” ujarnya.

Keberhasilan itu mendapat dukungan penuh dari pembimbing penelitian, Ibu Mujtahidah, S. Pd., M. Pd., sementara  Dr. Hj. Fitriwati Syam berperan sebagai pendamping sekaligus ibu serta Ayah dari Asy-Syifa, Darnius, juga memberikan dukungan penuh selama proses penelitian berlangsung.

Menurut mereka, generasi muda perlu didorong untuk menjadikan kearifan lokal sebagai sumber penelitian ilmiah yang bernilai akademik maupun sosial.

Prestasi Asy-Syifa diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan penelitian berbasis potensi daerah. Selain mengharumkan nama sekolah, capaian tersebut turut memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Barru di tingkat nasional.

Pihak MAN 1 Barru menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian siswinya tersebut. Kepala sekolah menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di ajang ilmiah nasional dengan mengangkat tema-tema lokal yang jarang disentuh peneliti muda.

Ke depan, hasil penelitian Aju Berru direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut melalui kerja sama dengan dinas terkait dan komunitas budaya di Barru. Tujuannya agar temuan tersebut tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi pelestarian budaya dan lingkungan daerah.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan