Kadis Perikanan dan Kades Lipukasi Apresiasi PKM Aksara UMI, Dorong BottOE Jadi Kawasan Singgah Produk Perikanan
BARRU, TerasIndoNews.com – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Aksara Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Ushuluddin, S.T., dan Kepala Desa Lipukasi, Awaluddin, S.E., M.M.
Apresiasi tersebut disampaikan atas pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dipusatkan di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, pada 2– 3November 2026.
Program yang melibatkan Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Sumber Rejeki serta Karang Taruna Desa Lipukasi ini berfokus pada hilirisasi produk ikan asin, diversifikasi olahan berbasis halal, dan pengembangan kewirausahaan pemuda.
Kepala Dinas Perikanan Barru, Ushuluddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim UMI karena telah memilih Kabupaten Barru, khususnya Desa Lipukasi, sebagai lokus pemberdayaan.
Ia berharap pelatihan yang menyasar Poklahsar dan Karang Taruna dapat membangun kerja sama serta mendorong pengembangan potensi produk perikanan lokal.
Menurutnya, pemberdayaan tersebut diharapkan turut mengembalikan citra BottOE sebagai kawasan persinggahan bagi masyarakat yang melintas untuk membeli ikan kering dan berbagai produk olahan perikanan khas Barru.
Ke depan, kawasan BottOE diharapkan berkembang menjadi rest area yang mendukung gerakan “Singgah di Barru”.
Terlebih, lokasinya berdekatan dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Mate’ne yang berpotensi menjadi sentra produksi bahan baku dan olahan hasil perikanan.
Senada dengan itu, Kepala Desa Lipukasi, Awaluddin, S.E., M.M., mengaku bangga dan menyampaikan terima kasih atas kehadiran program pemberdayaan UMI di desanya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat, khususnya anggota Poklahsar Sumber Rejeki dan Karang Taruna Desa Lipukasi.
Melalui pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan semakin kreatif mengembangkan produk olahan perikanan, meningkatkan kualitas dan kemasan, serta membuka peluang usaha baru.
Tokoh masyarakat yang pengusaha ikan kering H. Syaharuddin Sahabu mengatakan dengan kegiatan ini bisa kembali menjadikan bottoe jadi pusat ikan kering.
Program PKM Aksara UMI dilaksanakan oleh tim akademisi yang terdiri atas Prof. Dr. Kasnaeny Karim, S.E., M.Si., Prof. Dr. H. M. Kasim, M.Si., dan Dr. Andi Nurwanah, S.E., M.Si., Ak., CA., bersama mahasiswa UMI.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pendampingan diversifikasi produk ikan asin, penguatan kualitas pengolahan dan pemasaran digital. Pada hari terakhir, ibu-ibu pengolah ikan bersama Karang Taruna juga dilatih membuat tempat pengeringan ikan yang dilengkapi penutup untuk menjaga produk tetap higienis dan terlindungi dari debu.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan, tetapi juga menjadi awal pengembangan Lipukasi sebagai salah satu kawasan unggulan produk olahan perikanan di Kabupaten Barru.






