Kunker di DKPP Sulsel , Alokasi Kampung Nelayan Hanya 1 Titik DPRD Barru Minta Pemda Barru Jemput Bola
Barru, Terasindonews — Wakil Ketua Komisi II DPRD Barru, Herman Jaya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan dinas terkait agar lebih agresif mengakses program Kampung Nelayan Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan usai kunjungan kerja DPRD Barru ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan. Herman menilai alokasi program belum mencerminkan keadilan berbasis potensi daerah.
Kabupaten Barru yang memiliki garis pantai sepanjang 78 kilometer hanya mendapat satu titik lokasi di Kecamatan Tanete Rilau. Sementara beberapa daerah lain memperoleh hingga tiga titik atau lebih.
“Ini soal keadilan berbasis potensi. Barru punya garis pantai panjang dan sumber daya pesisir besar. Secara rasional, layak mendapat lebih dari satu titik,” tegas Herman, Jumat (25/4/2026).
Namun, klarifikasi dari Sekretaris DKP Sulsel mengungkap bahwa penentuan alokasi sangat bergantung pada keaktifan pemerintah daerah dalam rekomendasi lokasi. Daerah yang mengajukan lebih banyak titik dan memenuhi persyaratan memiliki peluang lebih besar.
Misalnya, Luwu Timur mengusulkan 11 titik, sementara Kabupaten Luwu mengajukan 7 titik pada program tahap ketiga.
Herman menilai fakta cermin tersebut menjadi bagi Pemkab Barru. Ia menyebut persoalan utama bukan pada kebijakan provinsi, melainkan kurang optimalnya langkah proaktif daerah dalam penyusunan usulan.
“OPD terkait harus segera turunkan tim terpadu. Lakukan eksplorasi menyeluruh dari Bojo sampai Butung. Kita butuh peta yang jelas, data kuat, dan dokumen lengkap,” desaknya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dibutuhkan bukan sekedar administratif, melainkan perencanaan strategis wilayah pesisir. Penentuan titik harus mempertimbangkan jumlah nelayan, potensi produksi, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur.
“Jangan sampai 78 kilometer garis pantai hanya jadi slogan tanpa diikuti keberanian memperjuangkan program nyata,” ujarnya.
Herman juga mendorong sinergi antara Dinas Perikanan, Bappeda, dan instansi teknis lainnya agar usulan yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan siap direalisasikan.
Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pesisir.
“Kalau serius, Barru bisa menjadikan kampung nelayan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kuncinya adalah kecepatan, keberanian, dan keberanian yang dianjurkan,” tutupnya.





