Polipangkep Sabet Akreditasi “Baik Sekali” untuk Prodi S2 Ketahanan Pangan, Target Berikutnya Unggul
PANGKEP, TERASINDONEWS – Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep naik kelas. BAN-PT resmi menetapkan akreditasi “Baik Sekali” untuk prodi S2 tersebut pada Mei 2026.
Keberhasilan ini diraih setelah tim asesor melihat langsung mutu akademik dan jaringan kerja sama yang dibangun prodi. Dua asesor yang turun lapangan, Prof.Dr.Ir. Muhidin, M.Si dan Dr. Chandr Utami Wirawati, S.TP, M.Si, memberikan catatan positif pada luaran mahasiswa dan kolaborasi dengan mitra eksternal.
Ketua Prodi, Dr. Junaedi Tjanring, menyebut pencapaian ini hasil kerja kolektif. Menurutnya, kekuatan utama ada pada keterlibatan alumni dan mitra industri.
“Alumni kami tersebar di pemerintahan, perusahaan swasta, hingga wirausaha. Mereka aktif memberikan masukan kurikulum agar lulusan tidak tertinggal dari kebutuhan lapangan, terutama di isu kerawanan pangan,” jelas Junaedi.
Kontribusi alumni tak berhenti di ruang kelas. Mereka juga turun langsung menjadi mentor bagi UMKM dan masyarakat di Indonesia Timur melalui seminar dan workshop. Kegiatan ini sekaligus memperkuat nama baik prodi di tingkat nasional.
Di sisi lain, kerja sama dengan IDUKA menjadi pengungkit kualitas pembelajaran. Perusahaan agropangan, lembaga penelitian, dan instansi pemerintah membuka akses praktik lapangan, studi kasus tesis, dan penelitian bersama.
“Mahasiswa kami mendapat pengalaman nyata di industri. Kolaborasi dengan perusahaan seperti FMC misalnya, membuat pembelajaran lebih aplikatif. Ini yang membuat nilai akreditasi naik,” kata Junaedi.
Dengan status “Baik Sekali”, prodi S2 Ketahanan Pangan Polipangkep menargetkan lompatan ke akreditasi Unggul. Fokusnya kini pada perluasan kerja sama internasional, peningkatan publikasi ilmiah berbasis penelitian terapan, dan penguatan peran alumni.
Apresiasi juga datang dari alumni angkatan pertama, Darmawan, SP., M.Tr.P. Saat Saat proses asesmen Ia menyebut program ini menjawab kebutuhan praktisi di lapangan.
“Ilmu yang didapat berbobot dan langsung bisa diterapkan. Saya butuh pengalaman terapan untuk berkembang, dan itu saya dapatkan di sini,” ujarnya.
Junaedi menutup dengan ucapan terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mitra. “Ini kerja bersama untuk ketahanan pangan Indonesia,” katanya.





