Tanam Perdana Jagung JJUH Parent Seed di To Nepo, Barru Bidik Kemandirian Benih dan Kesejahteraan Petani
BARRU, Terasundinews. – Semangat mengembangkan sektor pertanian dan memperkuat kemandirian petani terus didorong Pemerintah Kabupaten Barru. Salah satunya melalui penanaman perdana jagung varietas JJUH parent seed bersama Kelompok Tani To Nepo di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Ahad (11/10/2026).
Program ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan calon benih jagung berkualitas melalui kerja sama internasional antara Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF), Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru.
Tak sekadar kegiatan tanam bersama, program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas petani, pengembangan perbenihan jagung, serta penguatan kemandirian pertanian di Kabupaten Barru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan calon benih jagung melalui kerja sama Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF), Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru.
Program pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed di Kabupaten Barru mencakup lahan seluas 10 hektare, terdiri atas 6 hektare di Kelompok Tani To Nepo dan 4 hektare di Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Nepo.
Program ini didukung sarana produksi berupa benih sumber, pupuk anorganik, kompos, pestisida, serta kebutuhan pendukung budidaya lainnya.
Penanaman bersama tersebut dihadiri Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., didampingi Asisten Lapangan Program Muhammad Sadar, S.ST., M.P. Turut hadir Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh swadaya BPP Mallusetasi, serta anggota Kelompok Tani To Nepo sebagai pelaksana program.
Dalam sambutannya, Ir. Ahmad, M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kerja sama antara ICDF melalui Mr. Kao Hsiang Tai, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed.
Menurutnya, Kelompok Tani To Nepo menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi produksi jagung yang besar, didukung ketersediaan sumber air serta akses menuju lokasi yang relatif mudah.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Barru menyampaikan terima kasih kepada pihak ICDF melalui Mr. Kao Hsiang Tai dan Universitas Hasanuddin Makassar yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Barru untuk menjadi bagian dari program pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed ini,” ungkap Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi gambaran bahwa di tengah kondisi El Niño yang cukup ekstrem, petani tetap berupaya melakukan penanaman dengan memanfaatkan potensi sumber air yang tersedia. Upaya tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pola pertanaman, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan petani.
Ahmad menegaskan, kerja sama antara ICDF, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan petani yang andal dan mandiri.
Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya, tetapi juga pada peningkatan sumber daya manusia petani melalui pengawalan dan pendampingan berkelanjutan, mulai dari pengolahan tanah, proses budidaya dan penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pascapanen dan akses pemasaran.
“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap petani semakin terampil dan mandiri dalam mengelola usaha taninya. Dengan demikian, produktivitas lahan dapat ditingkatkan dan kesejahteraan petani dapat diwujudkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kelompok tani pelaksana agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius, menjaga kekompakan, dan menjalankan setiap tahapan program sesuai pendampingan yang diberikan.
“Walaupun saat ini kita menghadapi tantangan El Niño, semangat petani harus tetap terjaga. Kami berharap program ini dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab agar hasilnya maksimal serta memberikan manfaat bagi petani dan pengembangan pertanian di Kabupaten Barru,” tegas Ahmad
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya untuk terlibat dalam program kerja sama bertaraf internasional tersebut.
Menurut Darman, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi petani di Dusun Mareppang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya serta pengembangan calon benih jagung.
“Kami merasa bangga karena Kelompok Tani To Nepo mendapat kepercayaan untuk bekerja sama dalam program yang melibatkan mitra internasional melalui Universitas Hasanuddin Makassar dan ICDF dari Taiwan. Ini kesempatan berharga bagi kami untuk belajar, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan di bidang pertanian,” ujar Darman.
Ia mengakui bahwa kondisi El Niño menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Namun, dengan dukungan pemerintah dan pihak terkait, ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Darman juga mengajak seluruh anggota kelompok untuk menjaga kekompakan, meningkatkan kerja sama, serta serius dalam setiap tahapan pelaksanaan program agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.
“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan calon benih jagung berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan dan mendukung kemajuan pertanian ke depan,” tambahnya.
Melalui program pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed ini, Kelompok Tani To Nepo diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan perbenihan jagung sekaligus memperkuat kemandirian petani dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Kabupaten Barru.
(BR)





