BARRU Terasindonews — Di tengah kondisi cuaca yang mempengaruhi fenomena El Nino, seorang petani di Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, menunjukkan langkah sederhana namun inspiratif dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Petani berinisal DC (47) memanfaatkan lahan miliknya untuk menanam labu kuning. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus menyediakan sumber pangan bagi kebutuhan keluarga.
Menurut DC, pemanfaatan lahan untuk cocok ditanam merupakan salah satu pilihan yang dapat dilakukan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, kebutuhan pangan keluarga diharapkan dapat terbantu tanpa harus selalu bergantung pada hasil pembelian dari pasar.
Tanaman labu kuning dipilih karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konsumsi rumah tangga. Buahnya dapat diolah menjadi beragam jenis makanan, sekaligus menjadi salah satu komoditas yang berpotensi memiliki nilai ekonomis apabila hasil panen berlebih.
“Daripada lahan kosong dibiarkan, lebih baik dimanfaatkan untuk ditanam. Hasilnya bisa untuk kebutuhan keluarga, dan kalau ada lebih bisa dijual,” ujar DC.
Upaya yang dilakukan DC menjadi contoh bahwa kondisi cuaca yang menantang tidak selalu menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap produktif. Dengan kreativitas dan pemanfaatan lahan secara optimal, masyarakat dapat mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Menurut DC, pemanfaatan lahan untuk cocok ditanam merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak diinginkan. Dengan optimalisasi lahan yang ada, kebutuhan pangan keluarga diharapkan dapat terbantu tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembelian dari pasar.
Tanaman labu kuning dipilih karena memiliki berbagai manfaat untuk dikonsumsi rumah tangga. Buahnya dapat diolah menjadi beragam jenis makanan, sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomis jika hasil panen melebihi kebutuhan keluarga.
“Daripada lahan kosong dibiarkan, lebih baik dimanfaatkan untuk ditanam. Hasilnya bisa untuk kebutuhan keluarga, dan jika berlebih dapat dijual,” ujar DC.
Upaya yang dilakukan DC menjadi contoh bahwa kondisi cuaca yang menantang tidak selalu menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap produktif. Dengan kreativitas dan pemanfaatan lahan secara optimal, masyarakat dapat berperan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Pemanfaatan lahan pertanian secara berkelanjutan seperti yang dilakukan DC diharapkan dapat menginspirasi warga Desa Siddo lainnya untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia dengan berbagai tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Langkah sederhana tersebut sekaligus mencerminkan semangat mandiri pangan, memanfaatkan potensi lokal, dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan perubahan kondisi iklim.
Langkah sederhana tersebut sekaligus mencerminkan semangat kemandirian pangan, pemanfaatan potensi lokal, dan penguatan ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan perubahan iklim.






