WAJO, TERASINDONEWS.COM — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barru memulai kunjungan ke lokasi kedua tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026, yakni Kabupaten Wajo, Ahad (27/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah-langkah KONI Barru untuk memastikan kesiapan teknis menghadapi pelaksanaan Porprov, khususnya terkait venue pertandingan, pemondokan atlet dan ofisial, akses transportasi, serta berbagai kebutuhan kontingen selama berada di Kabupaten Wajo.

Dalam pertemuan tersebut, pihak KONI melalui Sekda Kabupaten Wajo menyampaikan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang akan datang.

Meski demikian, secara kasat mata masih terdapat sejumlah tempat pekerjaan yang membutuhkan percepatan. Pemerintah Kabupaten Wajo bersama pihak terkait memastikan penyelenggaraan berbagai kebutuhan terus dikoordinasikan dan dipersiapkan.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa akses dan informasi teknis akan terus dimudahkan bagi kontingen. Nantinya, peserta akan difasilitasi handbook sebagai pedoman selama pelaksanaan Porprov.

Sejak awal kepemimpinan Bupati Wajo, sejumlah agenda besar telah menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan Porprov. Oleh karena itu, Pemkab Wajo menegaskan komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang baik serta memfasilitasi penyelenggaraan berbagai kebutuhan.

Sementara itu, Ketua KONI Barru Herman Jaya, S.Pi., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan koordinasi awal dengan KONI dan pemerintah daerah setempat.

Menurutnya, koordinasi langsung penting dilakukan mengingat informasi terkait pelaksanaan Porprov dalam beberapa bulan terakhir mengalami sejumlah perubahan.

“Tujuan kami datang untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi awal, terutama mengenai venue, pemondokan dan berbagai kebutuhan kontingen Barru selama berada di Wajo,” ujarnya.

KONI Barru juga menyampaikan pesan khusus terhadap cabang olahraga hoki yang direncanakan berlangsung di Siwa. Lokasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji karena jaraknya cukup jauh dari posko induk kontingen.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi pertimbangan, terutama berkaitan dengan mobilitas atlet dan ofisial selama pertandingan.
Selain jarak, persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi salah satu catatan yang disampaikan KONI Barru.

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi mobilitas kontingen apabila lokasi pertandingan terlalu jauh dari pusat kota.

“Khusus untuk hoki di Wajo, lokasinya direncanakan di Siwa. Jaraknya cukup jauh dari posko induk. Ini menjadi catatan kami, termasuk persoalan BBM. Karena itu, masih ada ruang untuk dikoordinasikan bagaimana pelaksanaan hoki bisa ditempatkan tidak terlalu jauh dari pusat kota,” kata Herman.

KONI Barru berharap koordinasi antara tuan rumah, panitia Porprov dan KONI kabupaten/kota dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan teknis dapat diantisipasi sejak awal.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya KONI Barru mempersiapkan kontingennya secara lebih matang, sehingga atlet dan ofisial dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan Porprov XVIII Sulsel yang akan berlangsung di Wajo dan Bone.

Laporan Sekretaris KONI Barru Suardi Syam menyampaikan bahwa Cabor yang akan dibawa ke Wajo 14 dengan jumlah kontingen sebanyak 204 termasuk medis, official.

Sementara Alimin Wakil Ketua II berharap ada 1 lokasi yang ditunjuk seperti di Kabupaten BONE.

 

 

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan