JAKARTA TERASINDONEWS — Mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 menjadi pengalaman sekaligus momen bersejarah bagi Mar’atussalihah, santri kelas IX MTs Putri DDI Mangkoso, Kabupaten Barru.

Mar’atussalihah, kelahiran 4 Januari 2011, merupakan putri dari Muzakkir dan Arniyati Syarifuddin. Ia dipercaya menjadi salah satu peserta yang mewakili Kabupaten Barru dan Sulawesi Selatan dalam perhelatan nasional Gerakan Pramuka yang digelar pada 13–20 Agustus 2026.

Keikutsertaan Mar’atussalihah menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih Jamnas merupakan kegiatan besar yang mempertemukan sekitar 20.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan peserta dari luar negeri.

“Ini menjadi sejarah pertama bagi saya. Baru kali ini ada santri MTs Putri yang mengikuti Jamnas mewakili Barru dan Sulawesi Selatan. Apalagi kegiatan ini hanya dilaksanakan satu kali dalam lima tahun,” ungkap Mar’atussalihah.

Menurutnya, Jamnas XII bukan sekadar kegiatan kepramukaan, tetapi menjadi ruang pembinaan karakter dan pengalaman berharga bagi generasi muda. Beragam kegiatan yang diikuti antara lain Pramuka di era digital, petualangan Pramuka, pertanian terpadu, wisata edukasi, ekologi, hingga permainan persaudaraan.

Mar’atussalihah mengaku bangga dapat mengikuti Jamnas tanpa harus meninggalkan identitasnya sebagai santri Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Baginya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun persaudaraan dan menambah kepercayaan diri.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anregurutta Mangkoso yang telah memberikan restu dan doa, serta kepada Bupati Barru selaku Ketua Mabicab Pramuka Barru, Wakil Bupati Barru selaku Ketua Kwarcab Barru,

Kepala MTs Putri DDI Mangkoso beserta jajaran, serta Kak Herman Tabi selaku pimpinan kontingen bersama para pembina pendamping yang senantiasa memberikan bimbingan selama mengikuti Jamnas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga, khususnya kedua orang tua yang terus memberikan doa dan dukungan hingga dirinya dapat menjadi bagian dari peserta Jamnas XII 2026.

Mar’atussalihah yang bercita-cita menekuni dunia biologi dan kedokteran berharap pengalaman yang diperolehnya selama Jamnas dapat menjadi bekal untuk terus berkembang, sekaligus dibagikan kepada teman-temannya di Gudep MTs Putri DDI Mangkoso.

“Semoga setelah kembali dari Jamnas, pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan bisa saya aplikasikan di Gudep MTs Putri DDI Mangkoso dan memberikan manfaat bagi teman-teman,” harapnya.
Keikutsertaan Mar’atussalihah menjadi bukti bahwa santri juga mampu berkiprah di tingkat nasional, membawa nama baik madrasah, pesantren, Kabupaten Barru dan Sulawesi Selatan, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dan kegiatan kepramukaan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan luas dan siap menghadapi masa depan.

Beribadah di Tapak Kemah

Di tengah padatnya rangkaian kegiatan Jamnas XXI, Mar’atussalihah tetap menjaga kewajibannya sebagai seorang muslimah. Aktivitas di tapak kemah tidak hanya diisi dengan kegiatan kepramukaan, petualangan dan edukasi, tetapi juga menjadi ruang untuk tetap beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai santri MTs Putri DDI Mangkoso, ia menjadikan pengalaman di Jamnas sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa kesibukan mengikuti kegiatan nasional tetap dapat berjalan seiring dengan menjaga ibadah dan nilai-nilai kepesantrenan.

Baginya, pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa menjadi pramuka dan menjadi santri bukanlah dua hal yang harus dipisahkan, tetapi dapat berjalan bersama dalam membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, berkarakter dan berakhlak.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan