TAKALAR Terasindonews- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pembelajaran literasi melalui program kerja BOOKA! (Buku Bikin Karya) yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026 di UPT SD Negeri 31 Lau, Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV dengan mengusung konsep belajar kreatif melalui pemanfaatan isi buku bacaan sebagai inspirasi berkarya.

BOOKA! merupakan salah satu program KKN Tematik Literasi yang bertujuan mengembangkan kemampuan literasi sekaligus kreativitas peserta didik. Setelah membaca dan memahami isi buku bacaan, siswa diajak menuangkan pemahaman tersebut dalam bentuk proyek sederhana. Pada pelaksanaan kali ini, mahasiswa memilih aktivitas membuat karya tempel menggunakan berbagai bahan dari barang bekas, seperti potongan kertas warna, kardus, daun kering, hingga sisa kemasan yang ditempel pada pola gambar yang telah disiapkan di atas kertas.

Sejak kegiatan dimulai, suasana kelas dipenuhi antusiasme. Mahasiswa KKN terlebih dahulu memperkenalkan isi buku bacaan yang menjadi sumber inspirasi, kemudian mengajak siswa berdiskusi mengenai pesan, tokoh, maupun objek yang terdapat dalam cerita. Melalui diskusi tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami isi bacaan, tetapi juga mengembangkan imajinasi untuk mengubah pesan dalam buku menjadi karya visual yang menarik.

Dengan penuh semangat, setiap siswa mulai menyusun potongan-potongan bahan bekas sesuai kreativitas masing-masing. Tidak ada karya yang benar atau salah, karena setiap anak diberikan kebebasan mengekspresikan ide berdasarkan pemahaman mereka terhadap bacaan. Pendekatan ini melatih kemampuan berpikir kreatif, ketelitian, koordinasi motorik halus, sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan.

Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Laguruda berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa selama proses berkarya. Mereka memberikan arahan teknis, membantu ketika siswa mengalami kesulitan, serta memberikan motivasi agar setiap anak percaya diri terhadap hasil karyanya. Interaksi yang terbangun berlangsung hangat sehingga proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

Di akhir kegiatan, hasil karya siswa didokumentasikan dan akan dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka. Beragam karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa setiap peserta mampu menginterpretasikan isi buku dengan cara yang berbeda-beda. Kegiatan ini membuktikan bahwa membaca bukan sekadar memahami teks, melainkan juga dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan karya nyata yang bernilai edukatif.

Melalui program BOOKA!, mahasiswa KKN Tematik Literasi berharap budaya membaca di kalangan anak-anak dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan aktivitas membaca dan berkarya, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna karena mampu menghubungkan isi bacaan dengan kreativitas mereka. Program ini juga sejalan dengan tujuan KKN Tematik Literasi untuk meningkatkan kesadaran literasi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif dari peserta didik. Program Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan merupakan salah satu kegiatan dalam pedoman KKN Tematik Literasi Tahun 2026 yang diarahkan untuk mengaplikasikan pemahaman terhadap bacaan ke dalam bentuk karya nyata sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan literasi peserta didik.

Dosen Pendamping KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program BOOKA! meskipun dilakukan dari lokasi yang berbeda. “Program BOOKA! merupakan implementasi yang sangat baik dari pembelajaran literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca saja, tetapi berlanjut pada proses berpikir, memahami, dan menghasilkan karya. Ketika anak mampu mengubah isi bacaan menjadi sebuah produk kreatif, sesungguhnya mereka sedang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, imajinasi, dan keterampilan memecahkan masalah. Saya berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu menumbuhkan kecintaan membaca sekaligus membangun karakter kreatif dan peduli lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.”

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan