Kegiatan yang difasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Barru bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap ini berlangsung secara swadaya oleh para peternak tanpa menggunakan anggaran APBD.

Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos., disambut oleh perwakilan Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap, manajemen Peternakan Putri Kembar yang diwakili Safar, pihak Sanbe Farma, PT Melindo, serta para peternak peserta studi wawasan.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Peternakan Putri Kembar milik H. Haedir yang berlokasi di Puncak Mario, Desa Mario, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap.

Dalam pemaparannya, Safar menjelaskan bahwa usaha peternakan tersebut mulai dirintis sejak tahun 2005 secara sederhana dengan memanfaatkan potensi yang ada. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut berkembang pesat hingga tidak hanya bergerak di sektor peternakan ayam petelur, tetapi juga didukung ketersediaan bahan baku pakan seperti dedak dan jagung yang melimpah di Sidrap.

Saat ini Peternakan Putri Kembar memiliki populasi sekitar 100.000 ekor ayam petelur yang tersebar pada 37 kandang produksi, didukung 4 kandang pembibitan dan 4 kandang peremajaan. Produksi telurnya mencapai sekitar 2.500 rak per hari, menjadikannya salah satu pemasok telur terbesar di Sulawesi Selatan.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat, manajemen juga tengah membangun enam unit kandang baru guna menambah kapasitas produksi.

Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, peternakan ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 100 orang karyawan bekerja dalam berbagai sektor operasional perusahaan.

Usai mengunjungi Peternakan Putri Kembar, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi kedua, yakni peternakan ayam petelur milik H. Fatahuddin.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh H. Fatahuddin yang kemudian memperkenalkan sistem pengelolaan kandang modern yang diterapkannya. Selain dikenal sebagai pengusaha peternakan yang sukses, H. Fatahuddin juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sidrap serta Ketua DPC PPP Kabupaten Sidrap.

Di hadapan para peternak Barru, ia berbagi pengalaman tentang pentingnya membangun hubungan harmonis antara pemilik usaha dan karyawan.

“Saya tidak pernah marah kepada karyawan, karena mereka adalah tumpuan hidup perusahaan. Kalau perusahaan ingin maju, maka karyawannya juga harus merasa dihargai dan diperhatikan,” ungkapnya.

Ia juga menerapkan kebijakan meliburkan karyawan setiap hari Jumat agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

“Hari Jumat kami liburkan. Jangan sampai karyawan terhalang untuk beribadah. Alhamdulillah, mungkin karena itu juga usaha ini terus diberi keberkahan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari peserta studi wawasan karena menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan manajemen produksi, tetapi juga oleh perhatian terhadap kesejahteraan karyawan serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan usaha.

Dalam kunjungan tersebut, para peternak Barru berkesempatan melihat secara langsung proses pemeliharaan ayam, produksi telur, hingga pembuatan rak telur yang menjadi salah satu usaha pendukung yang dikembangkan H. Fatahuddin.

Di dua lokasi tersebut, peserta memperoleh banyak pengetahuan mengenai manajemen pakan, pengendalian kesehatan ternak, sistem produksi telur, pengelolaan kandang semi modern hingga modern (close house), serta strategi pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.

Kepala Dinas PKH Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, mengatakan Sidrap dipilih sebagai lokasi studi wawasan karena dikenal sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur terbesar di Sulawesi Selatan yang berhasil menerapkan sistem usaha secara efisien dan berkelanjutan.
“Tujuan studi wawasan ini agar peternak Barru dapat belajar langsung dari peternak yang telah sukses mengembangkan usahanya. Kami ingin melihat bagaimana sistem peternakan ayam petelur di Sidrap mampu berjalan dengan baik, efisien, dan menghasilkan keuntungan yang optimal,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Barru memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha ayam petelur. Namun peningkatan populasi dan produksi harus didukung penerapan manajemen yang baik serta penggunaan teknologi perkandangan yang lebih modern.

“Melalui kegiatan ini kami berharap peternak mendapat wawasan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Targetnya adalah peningkatan populasi ayam petelur dan produksi telur melalui sistem perkandangan yang lebih baik, baik semi modern maupun modern atau close house,” jelasnya.

Selama kunjungan, peserta aktif berdiskusi mengenai pengaturan ventilasi kandang, efisiensi penggunaan pakan, pencatatan produksi harian, hingga strategi menekan angka kematian ternak agar usaha dapat berjalan lebih produktif.

Para peternak mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang selama ini belum diterapkan secara maksimal di kandang mereka. Pengalaman melihat langsung praktik peternakan modern dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mempelajari teori.

Melalui kegiatan ini, Dinas PKH Kabupaten Barru berharap para peternak lokal semakin termotivasi meningkatkan skala usaha dan bertransformasi menuju sistem peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sehingga mampu mendukung ketersediaan telur sekaligus memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Barru.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan