Gowa Terasindonews— Suasana hangat dan penuh semangat belajar terasa di Teras Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia, Ahad sore (26/4/2026). Dalam balutan kegiatan bertajuk “Belajar dari Alam di Hari Ahad: Morfologi Tanaman, Permainan, dan Refleksi Kehidupan”, anak-anak diajak memahami alam tidak hanya sebagai objek belajar, tetapi juga sebagai sumber nilai kehidupan.

Kegiatan yang dipandu oleh penyuluh pertanian, Nur Asriani Ishak, SP, MP, ini menghadirkan pendekatan edukatif yang interaktif dan kontekstual. Para peserta diperkenalkan pada struktur morfologi tanaman, mulai dari akar, batang, daun hingga bunga. Namun pembelajaran tidak berhenti pada aspek ilmiah semata, melainkan dikembangkan menjadi refleksi sederhana tentang makna pertumbuhan, ketahanan, dan keseimbangan dalam kehidupan manusia.

Dengan metode yang membumi, Nur Asriani mampu menjembatani istilah ilmiah menjadi bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Proses belajar dikemas melalui permainan edukatif, canda, dan dialog ringan, sehingga suasana terasa menyenangkan dan jauh dari kesan kaku seperti di ruang kelas.
Meski diiringi rintik hujan senja, antusiasme anak-anak di Ujung Dusun Palangngiseng, Desa Pallangga, Kabupaten Gowa tetap tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, hingga berani mengungkapkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitar.

Sekretaris Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia, Abdul Rauuf Muri, menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kepercayaan diri serta kepedulian anak-anak terhadap alam. Menurutnya, pendekatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari justru mampu menumbuhkan semangat belajar yang tulus dan berkelanjutan.

“Pembelajaran seperti ini membuat anak-anak lebih mudah memahami sekaligus merasakan langsung keterkaitan antara manusia dan alam,” ujarnya.

Kesan positif juga disampaikan peserta, Muh. Arif dan Muh. Al Asyraf Kadir. Keduanya mengaku senang bisa belajar sambil bermain. Mereka menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman baru dalam mengenal fungsi bagian-bagian tanaman dengan cara yang menyenangkan dan mudah Dipahami.

“Kami jadi tahu kalau akar, daun, dan bagian lain punya fungsi penting. Belajarnya juga seru, tidak seperti di kelas,” ungkap mereka.
Kegiatan ditutup dengan kebersamaan sederhana saat para peserta menikmati camilan yang disiapkan yayasan. Dalam suasana yang menyatu dengan alam, momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna—menguatkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta rasa syukur.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang formal. Alam dapat menjadi ruang belajar yang hidup, menghadirkan pengetahuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan secara utuh kepada generasi muda.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan