BARRU TERASINDONEWS– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barru menggelar diskusi silaturahmi sarat makna di kediaman senior MD KAHMI Barru, Herman Jaya, yang berlokasi di Graha Insan Cinta, Siawung, Kabupaten Barru, Sabtu (10/01/2026).
Diskusi tersebut diawali dan dipandu oleh Rasyid Ridha, tokoh muda HMI Barru, bersama Ardi Susanto, yang mengarahkan jalannya diskusi agar berlangsung interaktif dan mendalam. Keduanya berhasil menciptakan suasana dialogis yang membuka ruang refleksi bagi seluruh peserta.
Diawali dengan penyerahan kaligrafi karya Asrul salah satu Anggota Forkami DDI Mangkoso kepada H.HermannJaya S.Pi
Kegiatan ini mengangkat tema spiritual “Hikmah Bertambahnya Usia dalam Perspektif Islam.”
Diskusi yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri seluruh kader HMI Cabang Barru serta jajaran pengurus Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Barru.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara kader dan alumni, sekaligus wadah refleksi keislaman dan keumatan.
Acara semakin bermakna karena dirangkaikan dengan momen milad ke-47 Herman Jaya.
Perayaan tersebut tidak dikemas dalam seremoni semata, melainkan dipadukan dengan diskusi konstruktif yang menghadirkan suasana kekeluargaan dan penuh nilai spiritual.
Diskusi menghadirkan akademisi dan tokoh intelektual yang juga Rektor ITBA Al Gazali Barru Prof. Dr. Kamaruddin Hasan, sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa bertambahnya usia sejatinya bukan sekadar bertambahnya angka, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT serta memperluas kebermanfaatan bagi sesama.
Menurut Prof. Kamaruddin, dalam perspektif Islam, umur seseorang dapat tetap “hidup” dan bernilai panjang meski raga telah tiada, apabila diiringi dengan amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta keteladanan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Usia yang diberkahi adalah usia yang memberi dampak, baik secara spiritual maupun sosial. Bukan tentang seberapa lama hidup, tetapi seberapa besar manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Kamaruddin menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada tataran kognitif atau sekadar mengetahui. Puncak dari sebuah pengetahuan adalah ketika mampu ditransformasikan menjadi aksi nyata yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Pengetahuan itu bukan hanya sampai pada tahu, tetapi harus berujung pada kebermanfaatan bagi sesama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Barru berharap semangat refleksi, peningkatan kualitas keimanan, serta penguatan silaturahmi antara kader dan alumni terus terjaga, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi ruh perjuangan HMI.






