Hadiri Maulid Nabi di Siawung, Herman Jaya Soroti Perlindungan Anak dan Ajak Warga Salat Istisqa
BARRU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Falah, Desa Siawung, Kecamatan Barru, Minggu siang (6/9/2026), menjadi momentum bagi Anggota DPRD Kabupaten Barru sekaligus masyarakat tokoh Desa Siawung, Herman Jaya, S.Pi., untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap generasi muda.
Di hadapan jamaah dan masyarakat yang hadir, Herman Jaya menegaskan bahwa Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai suatu kegiatan seremonial. Nilai keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga keluarga dan melindungi anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Sebentar lagi kita akan mempunyai Perda Perlindungan Anak. Kita ingin memastikan anak-anak kita terlindungi dari berbagai bentuk eksploitasi, kekerasan, pernikahan dini, dan hal-hal lain yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, hadirnya Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak diharapkan menjadi penguatan bagi upaya pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Namun, Herman mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Regulasi penting, namun yang paling utama adalah kepedulian kita bersama. Orang tua, guru, tokoh agama, pemerintah dan seluruh masyarakat harus mengambil peran,” tegasnya.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan, eksploitasi maupun praktik pernikahan dini.
Ajak Warga Salat Istisqa
Tak hanya berbicara tentang perlindungan anak, Herman Jaya juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual menyikapi kondisi kekeringan yang terjadi.
Ia menganjurkan agar masyarakat Desa Siawung bersama-sama melaksanakan salat Istisqa, sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
“Selain melakukan ikhtiar secara lahiriah, kita juga perlu memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya berharap kita dapat bersama-sama melaksanakan salat Istisqa, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan bagi daerah kita,” katanya.
Herman juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, memperbanyak shalawat, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, hikmah Maulid disampaikan Ustaz Syahrial. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Falah berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut juga turut menghadirkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota BPD, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga Desa Siawung.






