Keren, Dosen UMS Rappang Raih 3 Beasiswa Penuh Luar Negeri di Universitas Terbaik Pertanian Taiwan dan China
TERASINDO, SIDRAP– Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Dosen Program Studi S1 Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS Rappang, Muhammad Aksan, S.Pd., S.P., M.Sc., berhasil meraih tiga peluang beasiswa doktoral (S3) dari perguruan tinggi luar negeri.
Tiga beasiswa tersebut berasal dari sejumlah program internasional bergengsi, yakni NCHU Fully Funded Scholarship di Taiwan, MOE Elite Scholarship di Taiwan, serta CSC Type B Silk Road Scholarship di China Agricultural University (CAU), Beijing, China.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (18/6/2026), Muhammad Aksan membenarkan capaian tersebut. Ia mengatakan, keberhasilan memperoleh beberapa tawaran beasiswa menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademiknya.
“Alhamdulillah saya mendapatkan beberapa kesempatan beasiswa doktoral dari luar negeri. Saat ini saya memilih melanjutkan studi melalui program MOE Elite Scholarship di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan,” ujar Aksan.
Ia menjelaskan, dirinya akan menempuh pendidikan doktoral di International College, Department of Tropical Agriculture & International Cooperation (DTAIC). Program tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, dengan tambahan pembelajaran bahasa Mandarin untuk mendukung aktivitas selama berada di Taiwan.
Dalam studinya nanti, Aksan akan melakukan penelitian di bidang Integrated Pest Management (IPM) pada Laboratorium IPM dan Plant Medicine, khususnya Divisi Nematologi.
Menurutnya, pemilihan NPUST didasarkan pada kesesuaian bidang keilmuan yang ditawarkan dengan kebutuhan pengembangan sektor pertanian di Indonesia.
“Saya memilih NPUST karena memiliki fokus pada pertanian tropis. Bidang ini sangat relevan dengan kondisi pertanian Indonesia, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaplikasikan dan memberikan manfaat lebih luas,” katanya.
Selain itu, pengalaman akademik sebelumnya juga menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan. Pada 2025, Aksan pernah mengikuti program perkuliahan selama satu semester di NPUST sehingga telah mengenal lingkungan kampus dan kehidupan masyarakat Taiwan.
“Karena sebelumnya saya pernah belajar di sana, saya sudah cukup memahami lingkungan akademik maupun budaya setempat. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam melanjutkan studi doktoral,” tuturnya.
Tidak hanya tiga beasiswa tersebut, Aksan juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tawaran program beasiswa lain, yakni NSTC Scholarship dari Taiwan. Program tersebut merupakan dukungan pendanaan dari National Science and Technology Council (NSTC) Taiwan bagi mahasiswa dan peneliti internasional di bidang sains dan teknologi.
Namun, untuk program NSTC tersebut, penerima beasiswa diarahkan untuk melanjutkan studi di National Chung Hsing University (NCHU), Taiwan, Aksan tidak memilihnya sebab ia memilih melanjutkan studinya di NPUST bukan NCHU.
Atas capaian tersebut, Muhammad Aksan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan selama proses seleksi beasiswa.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Terima kasih kepada Rektor UMS Rappang, pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan, motivasi, dan doa,” ungkapnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Muhammad Aksan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dosen UMS Rappang memiliki kapasitas akademik dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi UMS Rappang. Kami sangat mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh Bapak Muhammad Aksan. Keberhasilan mendapatkan beasiswa doktoral dari luar negeri menunjukkan bahwa dosen-dosen UMS Rappang memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara global,” ujar Prof. Jamaluddin.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UMS Rappang, khususnya para dosen dan mahasiswa, untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas jejaring internasional, serta aktif mengambil peluang pengembangan akademik.
“Universitas terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk melalui penguatan kolaborasi internasional dan peningkatan kualifikasi dosen. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh nantinya dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kampus dan masyarakat,” tambahnya. (JAN)




