MAROS TERASINDONEWS– Upaya percepatan transformasi desa digital terus digalakkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 menghadirkan inovasi melalui peluncuran Website Profil Desa Terintegrasi Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.

Program unggulan bertajuk “Optimalisasi Digitalisasi Desa Rompegading Melalui Website Profil Terintegrasi” ini disajikan secara resmi oleh Koordinator Desa KKN, Muh. Rifki, di Aula Kantor Desa Rompegading, Selasa (6/1/2026).
Rifki menjelaskan, website tersebut dirancang bukan sekadar sebagai media informasi, tetapi menjadi gerbang digital satu pintu bagi publik untuk mengenal potensi Desa Rompegading secara menyeluruh.
“Desa Rompegading memiliki potensi wisata alam dan produk UMKM yang kuat, namun belum terekspos secara maksimal. Website ini hadir untuk menjembatani potensi tersebut Fakultas agar dikenal lebih luas,” ujar Rifki, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian Teknologi Pertanian Unhas.
Website desa ini menampilkan berbagai fitur unggulan, mulai dari profil desa, informasi pelayanan publik, struktur organisasi pemerintah desa, hingga transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang disajikan dalam format tabel interaktif dan mudah dipahami.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah “Pojok UMKM”, yang menampilkan etalase digital produk unggulan warga seperti Kopi Galung-galung, Keripik Jagung, dan Gula Semut.
Fitur ini dilengkapi tombol Call to Action yang terhubung langsung ke WhatsApp pelaku UMKM, sehingga memudahkan transaksi langsung antara penjual dan pembeli dari luar desa.
Dosen Pendamping KKN, Dr. Sumarlin Rengko HR, SS, M.Hum., menegaskan bahwa kehadiran website desa merupakan sebuah kebutuhan strategi di era digital.
“Website desa adalah jendela dunia. Melalui kanal digital ini, data desa menjadi jujur, tata kelola semakin transparan, dan potensi lokal dapat dikenal luas. Ini adalah bagian dari peradaban digital,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa digitalisasi desa berperan penting dalam memangkas jarak antara kebijakan pemerintah desa dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus mendorong akuntabilitas dan partisipasi publik.
Selain itu, website Desa Rompegading telah dioptimalkan agar responsif, sehingga dapat diakses dengan tampilan yang rapi baik melalui laptop maupun smartphone. Integrasi Google Maps juga disempurnakan untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi kantor desa.
Sebagai bentuk program yang diinginkan, Tim KKN Unhas Gel. 115 tidak hanya menyerahkan sistem website, tetapi juga memberikan buku panduan teknis kepada operator desa. Ke depannya, QR Code akan dipasang di kantor desa dan sejumlah titik strategi guna mempermudah akses masyarakat terhadap website tersebut.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi Desa Rompegading dalam mewujudkan desa digital yang mandiri, transparan, dan kompetitif, sekaligus memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata dan pusat UMKM unggulan di Kabupaten Maros.






