Wajo — Manajemen baru PDAM Wajo dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan tunggakan pembayaran kepada PT Barru Mandiri Nusantara (BMN) terkait pembelian bahan kimia yang telah berlangsung selama empat bulan.

Direktur PT Barru Mandiri Nusantara, Herman Jaya, menegaskan tuntutan untuk membatalkannya sangat sederhana, yakni pelunasan utang sesuai kontrak kerja sama yang masih berlaku hingga Februari 2026.

“Benar, kami hanya menuntut pembayaran pembelian bahan kimia yang sudah empat bulan belum dibayar. Tidak ada tuntutan lain,” tegas Herman Jaya.

Namun demikian, Herman mengungkapkan adanya sejumlah persoalan yang muncul sejak pergantian pimpinan PDAM Wajo. Setidaknya terdapat empat masalah utama yang dinilai menghambat penyelesaian kewajiban tersebut.

Pertama, tidak adanya kepastian jadwal pembayaran meskipun pihak PT BMN telah berulang kali melakukan konfirmasi secara resmi.

Kedua, minimalnya komunikasi langsung dari Direktur Baru PDAM Wajo. Klarifikasi yang diterima PT BMN selama ini hanya disampaikan melalui staf atau melalui media konfirmasi, bukan secara langsung dari pimpinan tertinggi perusahaan daerah tersebut.
Ketiga,

Herman mengungkapkan bahwa dalam komunikasi terakhir, salah satu staf PDAM Wajo menyampaikan bahwa dana pembayaran sebenarnya telah tersedia. Namun, Direktur Baru belum bersedia menandatangani pencairan dana tersebut.

“Terakhir kami ditelepon staf, disampaikan bahwa uang ada, tetapi Pak Direktur Baru belum mau tanda tangan. Ini yang membuat kami persepsi itikad baik manajemen baru,” ungkapnya.

Masalah keempat, di tengah tunggakan yang belum terselesaikan, PDAM Wajo justru tersiar informasi pihak PDAM melakukan pembelian bahan kimia dari pemasok lain dengan nilai sekitar Rp300 juta.

Meski demikian, Herman menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan pembelian tersebut.

“Kami tidak mempermasalahkan pembelian ke supplier lain. Silakan saja. Yang kami minta hanya satu, lunasi kewajiban yang sudah jatuh tempo,” tegasnya.

PT BMN berharap Direktur Baru PDAM Wajo dapat mengirimkan pesan profesional serta menjunjung tinggi komitmen kontrak yang masih berlaku. Penyelesaian utang tersebut dinilai penting agar hubungan kerja sama tetap terjaga dan tidak merugikan kepercayaan mitra usaha ke depan.

“Kami masih membuka ruang komunikasi. Harapan kami, di bawah kepemimpinan baru, masalah ini bisa segera diselesaikan secara baik dan bertanggung jawab,” tutup Herman Jaya.

Terasindo shared

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan